Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Siap Jadikan Hutan sebagai Laboratorium Lapangan Mahasiswa/i Fakultas Vokasi

    Kamis (22/9) Fakultas Vokasi, Universitas Brawijaya mengadakan kerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dengan tujuan yaitu peningkatan kemampuan (skill) dalam rangka pelestarian hutan kita. Kerja sama tersebut merupakan salah satu misi Fakultas Vokasi yaitu pemberdayaan dan pengabdian pada masyarakat. Misi tersebut melibatkan banyak pihak, diantaranya dosen pengabdi, doktor berkarya, serta Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang kemudian dikolaborasikan dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur.

      Kerja sama tersebut ditandatangani dan diresmikan pada hari Kamis, 22 September 2022 oleh Dekan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, Bapak Prof. Dr. Unti Ludigdo, SE., M.Si., Ak. dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ir. Jumadi, M.MT. Lokasi peresmian dilakukan di Aula Laboratorium Terpadu, Fakultas Vokasi Dieng, Universitas Brawijaya.

      Kerja sama tersebut bertujuan untuk pengembangan penerapan ilmu penge- tahuan dan teknologi terapan di seluruh program studi pada Fakultas Vokasi yang berguna untuk masyarakat luas. Karena seluruh mahasiswa/i program studi di Fakultas Vokasi akan melakukan KKN dan MBKM untuk mendukung pemberdayaan 1.829 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), 5.278 Kelompok Tani Hutan (KTH), dan 347 Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) yang tersebar di seluruh wilayah provinsi Jawa Timur di bawah binaan Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain itu, program magang mahasiswa juga dilakukan di 10 kantor Cabang Dinas Kehutanan (CDK) dan 15 UPT Pelayanan Pengelolaan Hasil Hutan (UPT PPHH).

        Kegiatan ini merupakan rekonstruksi Pentahelix, salah satu aspek yang penting di perguruan tinggi, tepatnya di Fakultas Vokasi, Universitas Brawijaya. Area spasial yang dibutuhkan adalah meningkatkan nilai tambah (value) pada Sumber Daya Manusia (SDM) di Fakultas Vokasi. Selain itu, banyak juga potensi wisata yang membutuhkan desain dengan kreativitas tinggi sehingga tidak bisa asal-asalan. Tantangan keilmuannya adalah bagaimana mengubah persepsi masyarakat terhadap eco wisata yang peluangnya sangat besar.

        Ekosistem esensial yang dimana ekosistem tersebut dikelola oleh masyarakat dan melindungi habitat tertentu yang perlu dilestarikan. Semua ekosistem esensial oleh Dinas Kehutanan didesain dan dikelola menjadi tempat wisata. Berdasarkan data lima tahun lalu, ekosistem esensial hutan di Jawa Timur seluas 280 hektar atau sekitar 6% dalam kondisi kritis.

       “Hutan memiliki ragam fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Fungsi strategis ini harus dipahami oleh seluruh masyarakat, terutama dosen dan mahasiswa agar tumbuh dan terbangun kesadaran untuk kemudian dengan kompetensi, keterampilan, dan teknologi yang dimilikinya memberikan perhatian besar untuk berbagai kegiatan pemeliharaan hutan.” tegas Bapak Jumadi.

        Fungsi strategis hutan setidaknya ada 5, yaitu woodfuel, sosial ekonomi, filtrasi air, biodiversity, dan environment. Sebagai woodfuel, hutan menjadi tempat bergantung 2,4 milyar orang di dunia. Fungsi sosial ekonomi, hutan memberikan kehidupan ekonomi dan sosial bagi 820 juta penduduk di dunia. Sebagai filtrasi air, hutan telah menghidupkan ribuan sungai dan 75% penyumbang filtrasi air bersih. Fungsi biodiversity, hutan menjadi ekosistem bagi 12% spesies mamalia, 13% spesies reptil dan 15% spesies burung. Serta fungsi environment, hutan menyimpan 289 gigaton karbon dan memegang peranan penting untuk menjaga kebersihan dan iklim dunia.

        Dinas Kehutanan berharap kegiatan pemberdayaan dan pendampingan dosen dan mahasiswa/i Fakultas Vokasi, terhadap Kelompok Tani Hutan (KTH) Panderman di Kota Batu yang telah berhasil meningkatkan sistem manajemen, penerapan teknologi, desain produk dan sistem pemasaran Area Model Konservasi dan Edukasi (AMKE), dapat dilakukan pada KTH lainnya yang tersebar di Jawa Timur. Dikarenakan sumber daya tersebut sangat besar peluangnya untuk meningkatkan pemerataan kegiatan sosial dan ekonomi bagi masyarakat di bawah wewenang dan binaan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur oleh seluruh civitas akademika Fakultas Vokasi, Universitas Brawijaya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate ︽
Scroll to Top